Menjelang Hari Raya Idul Adha ini kupersembahkan sebuah themes bernuansa ngaji. Titel themes ini adalah: Ngajio Rek. Sebuah seruan untuk mendekatkan diri kepada Ilahi, melalui sumbernya Ilmu Agama Islam, yakni Al-Qur’an.

Themes 2 kolom ini didominasi warna hijau, dengan kaligrafi di dua sisi sebagai latar gambar utama: masjid dan Al-Qur’an. Sehingga jelas sekali misi blog penggunanya menyebarkan syiar Islam. Kalau zaman dulu syiar dilakukan dari mulut ke mulut, kinilah waktunya ngaji online, dari layar ke layar. Sehingga luas wilayah jangkauannya tak terbatas. Karena memang Islam itu sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Read the rest of this entry »

bekicot-2Kita adalah milik Allah. Allah yang menciptakan kita. Karena itu Allah tentu yang paling tahu keadaan kita. Allah yang mengurus diri kita setiap saat. Kita sesungguhnya tidak pernah tahu bagaimana cara mengurus diri sendiri.

Kita tidak tahu kerja jantung, paru-paru, otak atau organ tubuh lainnya. Kita hanya tahu sedikit saja. Jadi, sekali lagi hanya Allah, cuma Allah yang paling tahu dan bisa mengurus diri kita. Maka, tentu Allah juga yang paling tahu apa yang telah kita lakukan.

Allah mengetahui semua dosa dan kejelekan kita. Allah Maha Tahu apa isi hati kita. Termasuk juga mengetahui segala masalah yang kita hadapi. Sebaliknya, Allah juga yang mengetahui semua jalan keluar dari setiap kesulitan yang kita alami.

Maka, sebenarnya kita hanya disuruh untuk menyelesaikan setiap masalah dengan Allah, Yang Maha Mengetahui jalan keluarnya. Karena, kita tidak akan mungkin menyelesaikan setiap masalah sendiri dengan benar tanpa petunjuk atau tuntunan dari Allah.

Read the rest of this entry »

Ada sebuah peristiwa penuh hikmah ketika seorang sahabat baru masuk Islam. “Pada suatu hari datanglah seorang arab badui menghadap Rasulullah SAW. Ia meyatakan diri ingin masuk agama Islam. Namun ia mengajukan syarat ingin masuk Islam, tapi tidak mau meninggalkan kebiasaan (buruk) lamanya seperti berzina, minum-minuman keras dan mencuri.

Rasulullah SAW dengan ramah dan bijaksana memperbolehkan orang tersebut masuk Islam, tapi dengan syarat juga yaitu ia harus “jujur” serta bersedia sholat berjamaah di masjid. Sebuah syarat yang sangat mudah pikirnya, kemudian ia terima dengan gembira.

Sejak itu resmilah ia menjadi seorang muslim. Setiap usai sholat berjamaah dan pemberian pelajaran tentang Islam si arab badui tersebut selalu ditanya aktivitas kesehariannya. Maka ia pun dengan jujur menjawab bahwa ia masih melakukan kebiasaan lamanya itu. Ia tidak bisa berbohong sebab ia telah berjanji untuk jujur. Singkat riwayat dengan konsisten (istiqomah) mengamalkan “jujur”, seorang arab badui akhirnya berhasil secara alami meninggalkan kebiasaan (buruk) lamanya, sehingga ia sukses menjadi “muslim sejati“. Sebuah syarat masuk agama Islam yang sepertinya sepele tetapi sungguh sangat dahsyat efeknya.

Read the rest of this entry »

hasyim12

DR KH Hasyim Muzadi

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyikapi banyaknya liberalisasi pemahaman yang membuat gerakan berujung ekstrem. Adanya berbagai gerakan liberal tersebut perlu diwaspadai. Sebab dikhawatirkan, ke depan dapat mengganggu kestabilan negara.

“Gerakan liberalisme dan ekstremisme di Indonesia perlu disikapi, oleh karena itu kami akan membahasnya dalam muktamar mendatang,” kata KH Hasyim Muzadi,  Ketua Umum PBNU, di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, Minggu lalu.

Menyikapi masalah tersebut, saat ini pihaknya sedang merumuskan konsep tentang antisipasi gerakan liberalisme serta ekstremisme yang masih dibahas oleh PWNU Jawa Timur dan Jawa Tengah, sebagai bahan dalam Muktamar ke-32 pada Januari 2010 di Makassar.

Read the rest of this entry »

Kakbah-GeoEye

Ka'bah sebagai titik 0,0 (Satelite, GeoEye)

Menghadap ke Kiblat menjadi syarat sahnya shalat. Di manapun umat Islam menjalankan ibadah teragung ini, harus berkiblat ke Kabah di Makkah. Usaha untuk mengakuratkan arah kiblat harus diusahakan semaksimal mungkin. Sebab betapa pun kita shalat mengarah kiblat, ketika tanpa sengaja bergeser 1 cm di tempat kita shalat, itu berarti bisa bergeser hingga 100 km ketika ditarik terus ke arah kiblat.

Beberapa waktu lalu, di intenet muncul tulisan Usep Fathudin, Mantan Staf Khusus Menteri Agama, dengan judul “Sensitifnya Arah Kiblat” yang mengungkapkan bahwa umat Islam Indonesia, pada umumnya, kurang peduli dengan keshahihan kiblat masjid ketika akan membangunnya, bahkan pada masjid besar sekalipun.

Menurutnya, di antara dalil yang membuat umat Islam kurang peduli adalah tidak diwajibkannya untuk persis 100% menghadap kiblat di dalam shalat. Surat Al Baqarah ayat 144, adalah dalil yang memerintahkan kita untuk shalat ke arah kiblat. Kata-kata ‘ke arah’, ditafsirkan sebagai usaha maksimal mengarahkan shalat kita ke Masjidil Haram, di Makkah.
Read the rest of this entry »

Assalamu’alaikum

Blog ini merupakan forum silaturrohim keluarga besar bani Achmad Rowi, Nganjuk, Jatim. Ini salah satu upaya untuk "ngumpulne balung pisah". Bila anda masih termasuk sanak kadang, di mana pun anda berada, dimohon untuk mengirim biodata, foto, saran, dsb. Online mulai 5 Syawwal 1430H (25/09/09) Email admin : rowi@in.com

Komentar Anda Sangat Berharga

Anda tamu yang ke

  • 7,906 hits

Sekilas Info

Bila pingin punya blog seperti ini, download ebooknya disini Gratis


Mau mengisi pulsa dari HP sendiri ? Download brosurnya Klik Disini


Informasi Berlangganan Majalah Gratis Luar Negri (berbahasa Inggris) Klikeniki


Informasi Tagihan Rekening PLN dan Telepon Anda bulan ini.

Forum Silaturrohim Keluarga Besar Bani Achmad Rowi Nganjuk - Jawa Timur - Indonesia. E-mail : rowi@in.com