Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim mendukung penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada sosok KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Tetapi, MUI Jatim menolak tegas jika Gus Dur disebut sebagai bapak pluralisme, karena makna pluralisme sangat rancu dan berbahaya jika diterjemahkan masyarakat awam.
“Makna pluralisme sangat rancu dan bisa menyesatkan jika diterjemahkan oleh masyarakat awam. MUI tidak mau Gus Dur dianggap sebagai tokoh yang mencampur adukkan ajaran agama. Karena Gus Dur adalah pemikir Islam murni yang menghormati agama lain kaum minoritas sebagaimana yang di ajarkan didalam Islam,” jelas KH Abdusshomad Buchori, Ketua MUI Jatim saat memberikan masukan dalam sidang Badan Pembina Pahlawan Daerah (BPPD) Jatim di kantor gubernur, Rabu lalu.
Karena salahnya memaknai pluralisme itu pula, saat ini banyak laporan yang masuk ke MUI Jatim, kalau para kiai mulai diundang pendeta untuk masuk gereja. Hal ini dianggap menimbulkan konflik agama, jika masyarakat awam tidak memahami maksud pluralisme tersebut.
“Saya minta jangan menyandangkan bapak pluralisme kepada Gus Dur, karena bisa menimbulkan konflik dan pro kontra di tengah masyarakat Islam umunya. Gus Dur menjadi pahlawan nasional, MUI Jatim mendukung penuh. Jangan sampai keliru memahami pemikiran Gus Dur yang selama ini dianggap nyeleneh, karena sebenarnya tidak ada yang aneh,” tegasnya.
Dukungan Sejarawan
Pemberian gelar pahlawan kepada Gus Dur juga mendapat dukungan penuh dari sejarawan Anhar Gonggong yang juga anggota Badan Pembina Pahlawan Pusat. Karena gelar pahlawan nasional memang layak diberikan kepada Gus Dur.
“Dari aspek apapun, kepahlawanan Gus Dur tidak terbantahkan. Kita bisa menilai tingkah laku dan pikiran beliau sebelum menjabat maupun setelah menjabat presiden,” jelasnya.
Anhar yang mengaku kenal dengan Gus Dur sejak 1987 mengatakan, dirinya mengenang ketika Gus Dur sebagai presiden membuat istana negara benar-benar milik rakyat, di mana orang yang mengenakan sandal jepit bisa masuk.
Meski begitu, dalam sosok Gus Dur memang ada beberapa catatan misalnya konflik PKB yang dinilai sebagian kalangan karena tidak demokratisnya Gus Dur. “Tapi itu sekedar catatan kecil yang tidak bisa menghapus jasa beliau yang cukup besar,” tuturnya.
Tidak Hanya Pluralisme
Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Nursyam menambahkan, dari penelitian yang dilakukannya, menunjukkan jika Gus Dur tidak hanya berperan dalam menumbuhkan multikulturalisme di Indonesia.
“Bahkan jauh hari sebelum batik secara resmi diakui internasional, Gus Dur telah mengkampanyekannya dengan selalu gunakan batik,” pungkasnya.
Jika usulan Badan Pembina Pahlawan Daerah (BPPD) Jatim melalui Gubernur Jatim Soekarwo disetujui oleh Presiden maka Gus Dur akan menjadi pahlawan yang ke ke-148.
“Hingga saat ini, jumlah pahlawan nasional di Indonesia sebanyak 147 orang. Jika usulan pahlawan ini disetujui, Gus Dur akan menjadi pahlawan nasional ke-148,” kata Suyoto, Direktur Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial Ditjen Pemberdayaan Sosial Depsos RI.
Setelah resmi Gus Dur ditetapkan sebagai pahlawan nasional, imbuh Suyoto, ahli waris keluarga akan memperoleh tunjangan kehormatan sebesar Rp 1,5 juta/bulan. Meski tidak dimakamkan di taman makan pahlawan, makam Gus Dur dikelola selayaknya taman makam pahlawan nasional, dan nilai perjuangannya akan disebarkan melalui sekolah-sekolah. (sumber: republika)
assalamualaikum
perkenalkan saya adalah salah satu dari sekian banyak pendukung gus dur, lewat media ini saya berharap mohon jangan sebut gusdur sebagai Bapak Pluralisme karena sebutan itu sama saja melecehkan beliau sebagai Bapak Faham Haram karna kami sadari dan pahami bahwa pluralisme itu haram dan diharamkan sebagaimana yang pernah difatwakan guru guru kami di mui
terima kasih
Terimakasih. Memang banyak orang yang menggunakan istilah umum yang ditafsiri sendiri, sehingga rancu dan salah kaprah. Namun ada juga yang memang sengaja berbuat salah untuk kepentingan mereka.
Padahal kita sudah diperingatkan Tuhan :
“Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya?” (QS 3:71)
Salam.
Ping-balik: Habib Lutfi: Jangan Lupakan Sejarah | Bani Madrowi
I discovered your weblog web site on google and examine a number of of your early posts. Proceed to maintain up the very good operate. I simply extra up your RSS feed to my MSN Information Reader. Searching for ahead to reading more from you later on!…
I still can not quite believe I could possibly be one of those studying the important suggestions found on your web site. My family and I are sincerely thankful on your generosity and for giving me opportunity pursue this chosen profession path. Many thanks for the important information I managed to get from your web site.
Ping-balik: Pengalaman Martin Van Bruinessen dengan Gus Dur | Bani Madrowi
Thanks a lot for being my personal instructor on this niche. My partner and i enjoyed the article greatly and most of all liked how you really handled the areas I considered to be controversial. You’re always rather kind to readers like me and aid me in my existence. Thank you.
Ping-balik: Kiai Pribumi – Potret Lokal Kesholehan Multikultural | Bani Madrowi
Hello! I don’t usually leave comments on blogs but I thought I’d just say hello. I can see that you are putting a lot of effort into your website. So continue with the good work! I look forward to your other blog posts. Best wishes!
Hello! I could have sworn I’ve been to this site before but after browsing through some of the post I realized it’s new to me. Anyhow, I’m definitely happy I found it and I’ll be book-marking and checking back frequently!
Zune and iPod: Most people compare the Zune to the Touch, but after seeing how slim and surprisingly small and light it is, I consider it to be a rather unique hybrid that combines qualities of both the Touch and the Nano. It’s very colorful and lovely OLED screen is slightly smaller than the touch screen, but the player itself feels quite a bit smaller and lighter. It weighs about 2/3 as much, and is noticeably smaller in width and height, while being just a hair thicker.
Sometimes I end up so tired in checking all the information for myself as well as needing to come up with the good idea.
Ping-balik: Pendiri NU Juga Layak Jadi Pahlawan Nasional « Bani Madrowi
Ping-balik: Kala Gus Dur Menulis Kiai « Bani Madrowi
I suppose the main idea all boils down to who are your people and relatives. That had much to do with how your thinking and where to go in the future.