Tag

, , , ,

resensi_RezaPesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Sejarah mencatat kiprah pondok pesantren dalam merebut kemerdekaan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia (sdm), dan sebagainya. Hal itulah yang menjadikan sistem pesantren banyak diadopsi sebagai sistem pendidikan modern.

Dalam buku ini Muhammad Maksum menguraikan semua aspek yang berkaitan dengan pesantren, baik aspek kelebihannya maupun aspek kekurangannya. Hal tersebut bertujuan untuk menggugah para insan pesantren agar mampu meningkatkan kualitas pesantren, sehingga mampu eksis di era globalisasi ini yang tantangannya sangat beragam.

Semua aspek tersebut diulas oleh penulis dengan ulasan yang sangat menarik dan mudah untuk dipahami, serta diuraikan secara sistematis. Mulai dari awal meletakkan pondasi pesantren itu sendiri, bagaimana menjaga pesantren itu agar tetap eksis, dan juga membahas bagaimana mencetak para alumni pesantren agar dapat menjadi kebanggaan di tengah masyarakat.

Meletakkan Pondasi Pesantren yang Kokoh
Dalam bahasan ini penulis menguraikan semua seluk beluk mengenai pesantren, mulai dari visi misi pesantren, sejarah pesantren, sistem pembelajaran pesantren, serta hubungan pesantren dengan masyarakat dan pendidikan.

Dalam hubungannya dengan masyarakat, pesantren memiliki ikatan sangat kuat yang tidak dapat dihindari. Karena masyarakat merupakan pondasi pokok dari pesantren itu sendiri. Pesantren harus memiliki pondasi yang sangat kuat, guna tetap eksis di era globalisasi dengan merangkul dan membimbing masyarakat di sekelilingnya, sehingga mereka pun bisa ikut mendukung dan memajukan pesantren itu.

Sedangkan dalam bidang pendidikan, pesantren sangat memerlukan sistem pendidikan yang mampu mengulang kesuksesan pada masa keemasan terdahulu. Penulis menghimbau agar dalam dunia pendidikan pesantren, dikotomi antara pelajaran agama dan umum harus dihilangkan. Dia menganjurkan agar membuat sistem baru yang mampu mengintegrasikan kedua hal tersebut seperti yang dilakukan oleh para pakar keilmuan Islam terdahulu.

Memperkuat Infrastruktur dan Suprastruktur Pesantren
Dalam bagian kedua buku ini, penulis menguraikan secara lugas bagaimana cara mengembangkan pesantren yang sangat efektif pada masa kini. Salah satunya adalah dengan menjalin hubungan yang harmonis dengan pemerintah.

Dalam buku ini diterangkan bahwa peran pemerintah sangat membantu dalam mengembangkan pesantren-pesantren di Indonesia. Pernyataan ini kontradiktif dengan pandangan Abd Ala dalam bukunya Pembaruan Pesantren, yang mengatakan bahwa intervensi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap pesantren semata-mata hanya ingin memudarkan kekhasan yang dimiliki oleh pesantren saja.

Pemerintah memang melakukan intervensi terhadap pesantren, namun hal itu dilakukan untuk mengembangkan pesantren, bukan untuk memudarkan pesantren. Ambil contoh: musabaqah qira’at al-kutub, tahqiq al-kutub, dan kemah santri. Itu merupakan program yang dicanangkan oleh pemerintah guna mengembangkan potensi keilmuan yang dimiliki oleh insan pesantren.

Dalam urusan mengembangkan SDM, pesantren dianjurkan untuk mengelola lembaga yang dapat mengatasi permasalah ekonomi dan kesehatan. Yaitu dengan cara membangun Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dan Koperasi Pesantren (Kopontren), antara lain bekerjasama dengan pemerintah maupun swasta.

Semua usaha dan tawaran dari pemerintah tersebut hanyalah bersifat dorongan semata, karena pada dasarnya keputusan mutlak ada di tangan pesantren itu sendiri selaku lembaga yang memiliki kebijakan dan kekuasaan penuh.

Pesantren Bersiap Tinggal Landas
Di bagian terakhir ini penulis menganjurkan kepada pesantren agar memberikan life skill bagi para santrinya, agar mereka dapat mengembangkan potensi yang ada di daerah masing-masing. Contoh yang dapat dikembangkan adalah pembibitan da’i muda yang concern di bidang agama. Bidang pertanian dan perindustrian pun dapat menjadi life skill bagi para santri, sehingga setelah keluar dari pesantren, mereka mampu menyalurkan kemampuannya itu.

Dianjurkan pula bagi pesantren agar memberikan pengetahuan sains kepada para santrinya, seperti penyediaan komputer dan teknologi lainnya. Hal ini perlu dilakukan agar para santri tidak Gaptek, tertinggal oleh kemajuan zaman, sehingga mereka mampu menyalurkan keilmuannya melalui teknologi tersebut.

reza10Upaya lain yang dapat dilakukan oleh pesantren dalam memberikan bekal bagi para santrinya adalah dengan membuka perpustakaan digital. Karena perpustakaan dapat menjadi laboratorium tempat para santri mengkaji fenomena-fenomena aktual yang terjadi di masyarakat dengan meneliti buku-buku yang tersedia di perpustakaan. Sehingga setelah mereka keluar dari pesantren, mereka tidak tabu dan terasing dengan masalah-masalah yang ada di tengah masyarakat.

Peresensi : Reza Zulkifli Syakir, Santri Pesma Al-Hikam, mahasiswa STAI Ma’had Aly Al-Hikam, Malang.
Sumber : Al-Hikam.or.id