Tag

The Union of NGOs of The Islamic World (UNIW) telah sukses menggelar The 3rd International Youth Moslem Gathering (Pertemuan Pemuda Islam Internasional Ketiga) di Jakarta, Depok, dan Bandung pada 17-24 Januari 2010. Pertemuan yang dihadiri oleh 150 peserta dari 22 negara itu, akhirnya menghasilkan 9 butir deklarasi.

‘’Setelah melalui diskusi yang panjang dengan ratusan permasalahan, akhirnya kami merumuskan 9 deklarasi dalam pertemuan pemuda muslim internasional ini,’’ ujar Achmad Setiabudi, Ketua Salam UI deklarator yang membaca deklarasi mewakili 21 negara lain,  Sabtu lalu.

Isi dari deklarasi itu, kata Achmad, pertama menyatakan umat Islam sebagai satu kebangsaan (The Muslims are one nation). Kedua, Hak asasi dan kebebasan pendidikan tanpa membedakan etnik, RAS, jender dan bahasa. Ketiga, Meningkatkan empati, bekerja sama dan berkoordinasi di antara seluruh Negara muslim.

Deklarasi keempat, mengembangkan model sistem pendidikan baru termasuk model alternatif yang berdasarkan pada prinsip Islam sebagai jawaban yang baik untuk antologi, epistomologi, dan krisis metodologi menghadapi moderenisasi dan budaya barat. Itu semua, berawal dari konferensi pemuda muslim.

Deklarasi kelima, saling mengintegrasikan keuntungan pendidikan di antara Negara muslim dalam bidang penelitian, teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Di antaranya dengan program pertukaran pelajar, beasiswa, seminar internasional, olimpiade ilmu pengetahuan untuk pemuda muslim.

Deklarasi keenam, sangat penting mengambil bagian dalam pengembangan kebijakan politik baru dari pemerintah di negara islam untuk kemajuan organisasi pemuda yang aktif mengikuti kebijakan.

Kedelapan, hentikan diskriminasi dan pobia terhadap islam, kebijakan politik yang tidak berpihak pada komunitas islam di Negara-negara barat. Meminta, pemerintah Negara barat untuk mengambil tindakan yang rasional menghentikan situasi ini.

Deklarasi terakhir, menjadikan perempuan sebagai pendidikan pertama umat. Mengadvokasi untuk menjamin hak asasi perempuan, dari propaganda media masa yang menyatakan perempuan sebagai ibu rumah tangga memiliki kedudukan rendah di masyarakat. Harus menjaring kerja sama dengan organisasi wanita internasional, untuk pendidikan perempuan yang lebih baik. Memberikan pelatihan kewirausahaan untuk perempuan yang membutuhkan dan memberikan dukungan dalam kehidupan keluarga, memberikan beasiswa untuk perempuan agar bisa meningkatkan perannya di keluarga sehingga lebih berkualitas.

‘’Permasalahan umat Islam di dunia, dari hasil konferensi sebenarnya banyak. Namun, untuk deklarasi kami mengerucutkan menjadi sembilan persoalan,’’ tegas Achmad.

Saat diskusi untuk merumuskan permasalahan umat Islam di dunia, pihaknya membagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama, Negara yang mayoritas pendidikan di negaranya baik. Kelompok kedua, Negara yang pendidikannya masih sulit dan kelompok ketiga yang pendidikannya sedang. Dari hasil diskusi itu, ada dua persoalan yang bisa disimpulkan.

Yaitu permasalahan paling besar yang dihadapi umat Islam di dunia rata-rata mengenai aksebilitas sekolah yang masih mahal sehingga sulit dijangkau oleh umat islam. Kedua, mengenai kualitas atau isi pendidikan. Rata-rata, umat Islam masih menggunakan kurikulum sekuler padahal seharusnya kurikulum islam mulai diterapkan.

‘’Pendidikan di hampir semua negara muslim jarang memperhatikan masalah spiritual dan moral. Padahal, pendidikan seharusnya mengandung nilai-nilai Islami,’’ katanya.

Menurut Achmad, deklarasi ini akan diberikan pada pemerintah di semua negara peserta yang hadir dalam pertemuan pemuda Islam internasional ini. Khsusu di Indonesia, deklarasi akan diberikan pada presiden, menteri pendidikan dan menteri luar negeri.

‘’Kami berharap, semua poin deklarasi bisa dijadikan bahan masukan semua pemerintah negara Islam dalam mengambil kebijakan,’’ ujarnya. (Republika)