Tag

,

Salah seorang tokoh lintas agama yang hadir dalam pertemuan di kantor PP Muhammadiyah (11/1/11), KH Salahuddin Wahid menegaskan pihaknya tidak sekadar melontarkan tudingan bahwa pemerintah telah berbohong. Melalui pernyataan tersebut sejatinya para tokoh lintas agama telah berpolitik.

“Nah pertanyaannya saya dan kawan kawan ini berpolitik apa tidak?. Jelas berpolitik, tapi bukan politik kekuasaan atau politik praktis, tapi politik kebangsaan dan kenegaraan demi kemaslahatan masyarakat,” ungkapnya di Jakarta, Senin lalu.

Pengasuh Pesantren Tebuireng tersebut mengaku heran dengan reaksi dari Istana yang terkesan reaktif. Begitu pula dengan komentar-komentar dari sejumlah tokoh politik nasional.

“Ya kalau mereka bereaksi wajar saja. Cuma kalau tidak ada tanggapan dari Istana seperti itu mungkin tidak jadi heboh. Jadi yang menghebohkan dari Istana,” ungkapnya.

Sembilan tokoh lintas agama pada Rabu 11 Januari lalu berkumpul di kantor PP Muhamadiyah, Jakarta. Mereka adalah Syafii Maarif, Andreas A Yewangoe, Biksu Pannyavaro, KH Salahuddin Wahid, I Nyoman Udayana Sangging, Franz Magnis-Suseno dan Romo Benny Susetyo.

Di akhir pertemuan itu mereka mengeluarkan pernyataan sikap yang menyebut pemerintahan Presiden SBY – Boediono gagal mengemban amanah rakyat serta melakukan kebohongan publik atas hasil pembangunan. Pernyataan ini lantas direspons Istana melalui Menko Polhukam dalam jumpa persnya di Jakarta. (okezone)