Tag

kiai sahal mahfudzUlama sebagai pemimpin masyarakat, selain memberikan pengarahan dan keteladanan, juga harus melindungi masyarakat dari berbagai kedholiman. Perlindungan kepada masyarakat inilah bentuk keteladanan ulama dalam ber-amar ma’ruf nahi munkar kepada masyarakat.

“Ulama selain berani mengajar di forum pengajian, juga harus berani menyuarakan ketidakadilan yang tengah terjadi di masyarakat. Karenanya, ulama dituntut untuk untuk menunjukkan sikap syaja’ah (keberanian) untuk membantu menyelesaikan hadapan kemasyarakatan dan gangguan sosial,” kata sesepuh NU, KH Ali Yafie, Sabtu lalu.

Menurut kiai yang menjadi Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia ini, tanpa keberanian, para ulama akan kehilangan kepercayaan dari umat.

“Keberanian menyuarakan kebenaran dan melarang kedholiman adalah bentuk amar ma’ruf nahi munkar. Memang nahi mungkar (mencegak kemaksiatan/kemungkaran) lebih berat dari pada sekedar amar ma’ruf (memerintah kebajikan). Ulama harus berani menanggung resiko berhadapan dengan kebathilan,” tutur kiai asal Kalimantan Selatan ini.

Namun demikian, ulama tidak boleh bertindak sendiri-sendiri dan meninggalkan prinsip-prinsip hikmah dan mauidhoh hasanah. Dan jangan sampai membikin gaduh.

“Jangan sampai ulama merasa benar sendiri atau menang-menangan. Ulama harus tetap berada pada jalur keulamaan, bukan cara-cara yang tidak layak,” tandas Kyai Ali Yafie. (nu-oi)