Tag

,

Duet Ideal

gus dur gitu aja kok repotMengejek diri sendiri adalah hal yang kerap yang dilakukan Gus Dur, walau sudah mejadi Presiden RI ke4. Dalam sebuah pertemuan besar melibatkan para pebisnis intenasional di Bali akhir 1999, di depan ratusan peserta dari berbagai negara, dengan rileks Gus Dur bicara dalam bahasa Inggris yang fasih.

“Presiden dan Wakil Presiden kali Ini adalah tim yang ideal,” katanya.

“Presidennya tidak bisa melihat, dan Wakilnya tidak bisa ngomong …” 😆

Soeharto Hanyut

Sudah tentu mantan Presiden Soeharto kebagian sentilan Gus Dur. Suatu hari Pak Harto mancing di sebuah sungai. Saking asyiknya, Pak Harto tidak sadar bahwa air sungai itu meluap, lalu Pak Harto hanyut terbawa arus.

Rupanya nasib Pak Harto lagi baik, ia diselamatkan seorang petani. Merasa berutang budi dan sangat berterima kasih, Pak Harto berkata kepada penolongnya itu.

“Kamu tahu nggak saya ini siapa?” tanya Pak Harto.

“Tidak,” jawab si Petani.

“Saya ini Soeharto, Presiden Republik Indonesia. Nah, karena kamu sudah menolong saya, maka kamu boleh minta apa saja. Pasti saya beri.”

“Saya cuma minta satu hal saja , Bapak Presiden,’ kata Petani.

“Katakan saja, apa itu?”

“Tolong jangan bilang pada siapa-siapa, bahwa saya yang menolong Bapak.” 😆

Mengapa Clinton Ngakak

Saat Presiden Gus Dur bertemu Presiden AS Bill Clinton, Januari 2000, tentu saja banyak diliput pers. Koran-koran Amerika memuat foto Gus Dur bersama Bill Clinton, dan Clinton terlihat ketawa terbahak sampai kepalanya mendongak.

Apa yang dikatakan Gus Dur sampai membuat Clinton terpingkal-pingkal begitu?

Menurut Gus Dur, barangkali tentang joke yang disampaikan Presiden John Kennedy.

Gus Dur bercerita, suatu hari Kennedy mengajak serombongan wartawan ke ruang kerja Presiden AS. Di salah satu dindingnya ada sebuah lubang kecil tempat Presiden Dwight Eisenhower menaruh peralatan golfnya.

“Ini lho, perpustakaannya Eisenhower,” kata Kennedy mengejek pendahulunya itu. Clinton terpingkal mendengarkan cerita Gus Dur itu.

Dari mana Tus Dur mendapat cerita itu? “Saya baca di buku Ted Sorrensen,” kata Gus Dur.

“Lho jadi Presiden Clinton sendiri tidak tahu cerita itu?” tanya Jaya Suprana.

“Ya mungkin nggak tahu, sebab dia nggak baca buku. Mana mungkin Presiden Amerika baca buku? Kalau dia baca buku berarti kelihatan dia nggak punya kerjaan.

Nah, kalau Presiden Indonesia, justru harus baca buku sebab nggak ada kerjaan,” timpal Gus Dur. 😆

“Kebesaran” PM Churchill

Tapi mungkin yang mebuat Clinton terbahak adalah cerita lain yang dilontarkan Gus Dur, yaitu tentang PM Inggris Winston Churchill dan pemimpin oposisi Clemen Atlle.

Clement Atlee adalah tokoh Sosialis Internasional, dan terkenal gigih memperjuangkan nasionalisasi industri dan perusahaan-perusahaan besar di Inggris.

Suatu hari, tutur Gus Dur, seusai sidang parlemen, PM Churchill pergi ke toilet untuk buang air kecil. Atlee pun masuk ke toilet yang sama, maka bertemulah keduanya di sana.

Sambil kencing, dengan wajah cemberut Churchill bilang pada Atlee: “Jangan lihat-lihat kesini ya! Kamu kan sukanya menasionalisasi yang besar-besar…” 😆

Indonesia Minta Dijajah

Dalam sebuah seminar Gus Dur mengungkapkan, bahwa Belanda bukan sebuah negara yang besar. Negri Belanda tidak punya modal dan tidak punya pemikir-pemikir ulung. Jadi mereka tidak memberikan apa-apa kepada kita, malah merampok kita habis-habisan.

Lain dengan India yang dijajah Inggris, atau Filipina yang dijajah Amerika. Negara-negara penjajah yang itu punya sesuatu yang diberikan kepada negara yang dijajah. Misalnya saja tentang sistim hukum yang lebih teratur, dsb.

Nah, lalu ada pemikiran gila, supaya Inggris dan Amerika memberikan sesuatu kepada kita. Bagaimana caranya?

Kita nyatakan perang melawan Inggris dan Amerika!

Lho, kenapa begitu? Logikanya kita kan pasti kalah, jadi kita akan dijajah lagi oleh Amerikan dan Inggris.

Masalahnya sekarang, bukannya kalau kita kalah. Tapi, bagaimana kalau Indonesia yang menang ??? 😆   (gdn)