Tag

,

dakwah biltiviDakwah biltivi atau Dakwahtainmen, yakni program televisi yang menggabungkan dakwah dan hiburan, dapat menjadi peluang dan tantangan bagi juru dakwah dan sarjana dakwah untuk memanfaatkannya.

“Sarjana dakwah diharapkan mampu memasuki dakwahtainmen, karena dakwah melalui televisi (dakwah biltivi) dinilai efektif. Televisi dipandang sebagai media strategis untuk penyampaian dakwah kepada masyarakat secara menyeluruh,” kata Nurul Yamien, pakar agama dari UMY di Yogyakarta, Sabtu (12/2).

Adanya kontroversi dakwah biltivi atau dakwahtainmen juga menjadi tantangan dalam berdakwah. Karena program itu merupakan hasil konstruksi yang lebih banyak dipengaruhi oleh produksi dan kalangan media. Efek komersial tentu menjadi acuan utama.

“Dakwahtainmen menyimpan dualisme yang serius. Di satu sisi dakwah melalui televisi bisa sangat efektif, di sisi lain televisi merupakan suatu budaya pop yang di dalamnya terdapat ideologi kapitalisme,” katanya.

Dakwah biltiviDakwah identik dengan keikhlasan demi ketajaman spiritual dan kesalehan sosial, tetapi dakwah biltivi ini berhadapan langsung dengan budaya massa yang menganut ideologi pasar, yang menitikberatkan pada keuntungan finansial.

Adanya kapitalisme, mengakibatkan segala kreativitas budaya mau tidak mau harus bertarung untuk merebut pangsa pasar, demi mendapatkan keuntungan dari konsumen. Pada tahap ini sangat tampak tarik-menarik antara idealisme dakwah dan hiburan.

“Namun demikian, bukan berarti kita harus meninggalkan televisi sebagai media dakwah. Melainkan menjadikan televisi bagian dari pelaksanaan dakwah,” kata dosen Fakultas Agama Islam UMY itu.

Dakwah biltivi selain menjadi tantangan yang berat bagi pelaksanaan dakwah, tetapi juga memberikan peluang dan harapan bagi profesi dakwah di bidang media massa. Diperlukan kreatifitas yang tinggi, agar misi dakwah tidak sekedar jadi “gincu” saja.

“Oleh karena itu, kehadiran sarjana dakwah yang menguasai persoalan media televisi, baik secara teknis maupun pragmatis sangat diharapkan,” katanya. [antara]

Dakwah biltivi