Tag

,

yeni-wahidWali atau bukan hanya Allah yang tahu dan di antara sesa- ma komunitas wali itu sendiri. Tetapi paling tidak, keluarga terdekat bisa menjadi saksi banyak peristiwa yang mampu dilakukan oleh tokoh yang dipercaya sebagai wali.

Yenny Wahid, putri Gus Dur mengaku menyaksikan banyak peristiwa yang terjadi di pada diri bapaknya yang sulit dipahami akal rasional.

“Tetapi saya tidak bisa mengatakan lebih dari itu,” katanya ketika ditemui NU Online dalam acara palantikan Ansor di Jakarta, Kamis (24/2) malam.

Namun ia mengakui di antara kemampuan Gus Dur yang tidak dimiliki manusia pada umumnya adalah melihat kejadian-kejadian di masa yang akan datang, yang kemudian diceritakan kepada keluarganya.

“Kalau dulu, beliau sering ngendikan (bercerita), beberapa bulan kemudian baru kejadian. Banyak hal dan macem-macem. Paling gampang soal bencana alam, beliau mengatakan, beberapa bulan lagi akan ada gempa bumi, dan betul kejadian. Macem-macem lah,” katanya.

Untuk saat ini, setelah Gus Dur meninggal, Yenny mengaku masih sering bermimpi bertemu ayahnya. Pengakuan yang sama juga diperoleh Yenny dari teman-teman lama Gus Dur yang merasa sering didatangi dalam mimpi. Menjelang Muktamar NU atau muktamar PKB Gus Dur yang digagasnya, ia mengaku bertemu Gus Dur.

“Gus Dur rawuh (datang) di teman-teman beliau, bahkan ketika mau muktamar (PKB Gus Dur. red), itu beliau rawuh di beberapa orang, sangat jelas. Ada kiai yang diminta untuk membantu,” katanya.

Yenny merasa, meskipun sudah meninggal, sambung rasa masih terasa dan Gus Dur masih memperhatikan. “Beliau masih mempunyai kemampuan untuk membantu dan menolong yang masih hidup, saya merasa seperti itu,” ujarnya.

Ia juga menceritakan, ketika makam Gus Dur mau ambles, ia bermimpi ketemu Gus Dur sedang di Makkah. Namun demikian, dalam mimpi-mimpinya tersebut, tak ada pesan yang secara langsung disampaikan, semuanya harus ditafsirkan sendiri.

“Kita mengartikan sendiri, tetapi gambarannya seperti itu. Beliau rawuh, atau kadang cuma ketawa khasnya Gus Dur gitu saja,” terangnya. [nu-online]