Tag

,

gusdur dan supermanDalam khazanah pesantren atau tradisi nusantara, ilmu melipat bumi bukanlah hal aneh. Ilmu ini adalah kemampuan untuk memperkecil dunia, baik dalam pandangan mata atau dalam jarak tempuh yang harus dijalani sehingga lebih cepat.

Pada masa lalu, ketika alat transportasi belum begitu maju dan banyak perjalanan masih dilakukan dengan jalan kaki, ilmu jenis ini cukup populer di kalangan para wali.

Saat ini, meskipun nilai manfaatnya sudah digantikan dengan teknologi modern dengan adanya kendaraan mobil atau lainnya, ilmu ini masih bermanfaat di saat-saat mendesak, untuk melakukan akselerasi kecepatan sehingga memperpendek waktu.

KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, diyakini juga memiliki kemampuan seperti ini. Kesaksian ini diceritakan oleh Nuruddin Hidayat, santri Gus Dur di pesantren Ciganjur.

Ia menuturkan, suatu ketika Gus Dur melakukan perjalanan dari Garut ke Jakarta, seusai menghadiri sebuah acara PKB. Jalur yang ditempuh adalah jalur Puncak yang medannya berliku-liku, naik turun dan jalan yang sempit. Namun, perjalanan yang seharusnya ditempuh selama lima jam ini, ternyata hanya perlu waktu sekitar tiga jam.

Selain Gus Dur, yang memiliki ilmu melipat bumi adalah KH Asykari alias Mbah Mangli. Ketua PBNU KH Abas Muin menuturkan Mbah Mangli, mursyid tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah di Magelang, memiliki kemampuan seperti Gus Dur.

Kiai Abas menuturkan, beredar cerita luas tentang perilaku kiai ini, ketika menghadiri rapat di suatu tempat, orang-orang pada berangkat naik mobil terlebih dahulu, sementara Mbah Mangli berangkat belakangan, tetapi ia lebih cepat sampai di tempat tujuan daripada yang naik mobil. [okezone]