Tag

,

Menulis surat Yasin raksasa untuk almarhumah istri tercintaDoa adalah hadiah sempurna untuk orang tercinta yang sudah berada di alam baka. Itulah yang diyakini Toeriman Madyo Miharjo (79), yang cintanya tak pernah putus untuk almarhumah istrinya. Dia pun lantas menulis Surat Yasin raksasa selama 8 bulan, menjelang 1.000 hari wafat sang istri.

Saat detikcom berkunjung ke rumahnya di Kelurahan Karang Pucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (8/3), Toeriman menyambut ramah. Dia mengaku membuat buku Yasin itu karena terinpirasi orang-orang yang selalu membaca Surat Yasin ketika ada orang yang wafat.

Dia berpikir, kenapa tidak membuat satu Surat Yasin yang bisa dibaca banyak orang beramai-ramai. Dia lantas mencoba membuat Surat Yasin raksaksa yang terbuat dari 50 lembar kertas manila ukuran plano, serta triplek pada bagian covernya.

Walau pada mulanya tidak bisa menulis huruf Arab dengan baik, hal itu tidak sedikit pun menyurutkan niatnya. Namun karena tekad yang besar membuatnya terus dan terus belajar menulis huruf Arab dengan baik dan benar. Alhamdulillah, berkat ketekunannya itu akhirnya buku yang ia impikan dapat terwujud dalam waktu 8 bulan.

“Awalnya saya tidak bisa menulis huruf Arab. Karena keinginan saya untuk membuatkan Surat Yasin untuk almarhum istri saya, akhirnya saya terus belajar,” ujar pensiunan guru bahasa Jawa ini.

Untuk membuat buku Surat Yasin ini, dia sudah menghabiskan 24 spidol besar dengan enam botol tinta spidol. Sebelum menulis dirinya harus berwudhu terlebih dahulu. Bila wudhunya batal dia pun berhenti menulis buku. Dan segera berwudhu kembali untuk melanjutkan menulis buku Yasin raksasa itu.

Selain ukurannya yang terbilang raksasa, Surat Yasin ini memiliki kelebihan dibanding Surat Yasin pada umumnya. Dalam buku Surat Yasin yang dia buat itu juga dilengkapi dengan terjemahan yang ditulis dalam aksara Jawa, selain terjemahan dalam bahasa Indonesia, agar orang yang membaca lebih mudah memahami artinya.

“Saat ini buku saya simpan di rumah. Saya tidak tahu sudah menghabiskan uang berapa untuk membuat Surat Yasin ini, semua saya lakukan demi almarhumah,” jelas kakek yang sering menggunakan ikat kepala tersebut. [detik]