Tag

, , , , , , , , ,

kh said agil siraj ketua pbnuKetua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan, NU tetap menentang kelompok liberal dan ekstremis. Keduanya bertentangan dengan semangat moderasi NU.

“NU menganut faham tawassut, bukan liberal. Menurut saya, definisi Islam liberal itu kalau meninggalkan Qur’an dan hadist. Kalau masih berpulang pada keduanya, Islam yang rasional. Golongan mu’tazilah,” katanya dalam Rapat Pleno PBNU, di kompleks pondok pesantren Krapyak Yogyakarta, Ahad (27/3).

Kelompok liberal, menurutnya, bukan hanya ingin mempengaruhi kehidupan agama, tetapi juga aspek kehidupan lainnya, dalam ekonomi, sosial, politik dan lainnya.

“Ekstrim dan liberal sama-sama berbahaya, tapi kalau kelompok ekstrim lebih berbahaya,” jelasnya.

NU Kritik Pemerintah, Tapi Santun

Kiai menyatakan, PBNU sebagai ormas Islam tidak dalam posisi koalisi atau oposisi, tetapi menjalankan tugas keagamaan dalam rangka amar makruf nahi munkar.

“Saya selalu mengkritik pemerintah, tetapi dengan santun,” katanya di hadapan rapat pleno PBNU.

Beberapa persoalan yang disampaikan kepada presiden adalah penguasaan sumberdaya alam oleh sekelompok kecil pemilik modal, sehingga masyarakat tidak mendapatkan apa-apa, malah terancam bencana dari lingkungannya.

Ia mencontohkan, ada investor yang mendapatkan konsesi tambang batubara seluas 110 ribu hektar. NU, sebagai kelompok masyarakat yang sangat besar, malah tidak mendapatkan apa-apa.

Pemberian izin penambangan tersebut marak dikeluarkan ketika menjelang Pilkada, tanpa memperhitungkan berbagai dampak yang terjadi.

“Kami sudah menyampaikan hal ini kepada Bapak Presiden, dan beliau berjanji akan memperbaiki UU-nya,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan kritik soal Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang sebenarnya diperun- tukkan bagi usaha kecil dan mikro, tetapi tidak dapat dijangkau karena pinjaman minimal Rp. 50 juta.

“Hanya pak haji di desa yang mampu mengambil kredit segitu. Sementara si Solikin, Sadikun dan lainnya tidak,” tandasnya.

Karena itu, ia mengusulkan plafon kreditnya diturunkan antara 5-10 juta rupiah, sehingga benar-benar mampu dijangkau oleh para petani miskin yang hidup di desa-desa.

Demikian pula soal UU Air, NU dengan getol memperjuangkan, agar air tetap milik publik. Terakhir NU juga telah mengajukan judicial review soal UU Sisdiknas, yang dalam salah satu pasalnya mendiskriminasi lembaga pendidikan swasta. Sehingga NU yang memiliki banyak pesantren dan madrasah sangat dirugikan.

Tidak Berpolitik Praktis

Kiai Said menegaskan, jika dirinya selama ini tidak berpolitik praktis, meski hadir di acara-acara yang digelar PKB pimpinan A Muhaimin Iskandar. Dia hanya berniat hadir dan ngaji karena diundang.

“Saya tidak berpolitik. Kehadiran saya karena diundang dan saya niat ngaji. Yang berpoli- tik itu Muhaimin. Namun demikian, terserah warga NU nantinya, mau memilih PKB atau tidak,” ujar Kiai Said Aqil Siradj pada wartawan usai acara pembukaan Rapat Pleno.

Yang pasti, Rapat Pleno PBNU ini akan membahas banyak isu-isu strategis berkaitan dengan kondisi bangsa dan negara kita saat ini, yang dibahas selama 2 hari hingga Senin besok. Juga masalah serangan Amerika Serikat ke Libya dll.

“Kasus krisis di Timur Tengah atau di wilayah Arab serta serangan Sekutu terhadap Libya juga mendapat perhatian untuk dibahas. Karena kita bertanya pada Amerika; kenapa ikut campur dalam kedaulatan Libya? Biarkan saja Khadafi menyelesaikan negaranya sendiri tanpa campur tangan AS,” katanya mengingatkan.

PBNU sudah mengirimkan surat resmi kepada Presiden SBY, negara dan organisasi Islam (OKI), agar berperan dan mengambil jalan tengah dalam krisis Timur Tengah. Khususnya penyerangan terhadap Libya oleh sekutu Amerika Serikat yang menelan banyak korban jiwa tersebut.

“Kalau Indonesia berbicara pasti akan didengar oleh negara-negara Arab, OKI maupun Amerika Serikat sendiri. Bagi PBNU,  pemerintah harus mencari jalan tengah dengan tidak membiarkan serangan Amerika ke Libya tersebut,” tutur Kiai Said. [nu-online]

Berita yang masih hangat tentang Rapat Pleno PBNU di Yogyakarta

PBNU pleno di krapyak yogyakarta