Tag

, , , , , ,

hasyim wahid - gus imPada malam 19 Januari 1998, Hasyim Wahid, adik terkecil Gus Dur sedang menunggunya di kantor, ketika kemudian ia merasa khawatir. Gus Dur ke kamar mandi di seberang koridor kantornya di ge- dung PBNU. Setelah sekian lama, ia tak muncul juga.

Karena tak dapat menunggu lagi, Hasyim dan bebe- rapa orang membuka paksa pintu kamar mandi itu. Mereka mendapati Gus Dur tak sadarkan diri di lantai. Saudaranya yang lain, Umar, seorang dokter, dipanggil dan Gus Dur dilarikan ke rumah sakit.

Umar Wahid pun mengumpulkan teman-temannya, dan malam itu para ahli bedah syaraf terbaik di Indonesia berkumpul di rumah sakit RSCM untuk berunding dengan Umar.

Tampaknya Gus Dur tak akan bertahan hidup. Tekanan darahnya meningkat hingga ke tingkat fatal dan denyut nadinya serta tanda-tanda vital lainnya menunjukkan ia nyaris menghadapi maut.

Diagnosis yang diberikan adalah, bahwa Gus Dur menderita stroke berat. Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah melakukan pembedahan darurat yang penuh risiko, dan memasukkan sebuah pipa kecil plastik untuk mengeluarkan cairan dari tengkorak kepalanya.

Namun malam itu tak mungkin dilakukan pembedahan karena bila dilakukan, Gus Dur akan kehilangan nyawanya. Mereka memutuskan menunggu hingga keesokan paginya. Ketika pagi tiba, Umar meminta para ahli bedah syaraf untuk melakukan pembedahan. Mereka protes karena bagi mereka, hal ini mengandung banyak risiko dan sang pasien akan meninggal di meja operasi. Namun Umar menanggapinya demikian:

“Kami berhutang kepadanya untuk memberikan kesempatan. Kakak saya sering kali keluar secara mengejutkan dari situasi yang sulit. Paling tidak kita harus memberikan kesempatan kepadanya. Kita harus mengoperasikannya,” jelasnya.

Ketika tim bedah berkumpul di ruang bedah, setiap orang merasakan dekatnya malape- taka, dan hampir merasa pasti Gus Dur tidak akan keluar dari ruang bedah ini dalam keadaan hidup.

Namun, di luar perkiraan, operasi ini berjalan baik. Dalam beberapa jam kemudian, ia telah menunjukkan sedikit tanda-tanda ke arah kesembuhan.

Keesokan harinya, Gus Dur telah mampu berbicara dengan tamu-tamunya, dan kelihatan ia telah melewati serangan stroke dan bedah otak dengan sangat baik. [nu-online]

Dikutip dari Biografi Gus Dur, karya Greg Barton.

gus im terbitkan buku gus gerr