Tag

, , , , , ,

tentara tak boleh tembak warga negara kitaPenembakan dan penyerbuan TNI AD terha- dap warga Urutsewu, Kebumen, yang terjadi Sabtu kemaren, disesalkan oleh PBNU. Sengketa antara warga dengan negara mestinya diselesaikan lewat jalan damai, tidak dengan senjata. Demikian disam- paikan KH. Malik Madani, Khatib Syuriah PBNU, di kantor PBNU Jakarta, Minggu (17/4). 

Dalam bentrokan TNI AD dengan warga Kebumen itu, belasan warga luka-luka. Sepuluh di antaranya dirawat di RSUD Kebumen. Dari korban-korban tersebut, 4 di antaranya luka terkena tembakan. Beberapa warga juga ada yang ditahan, dan beberapa lainnya dilapor- kan belum kembali ke rumah atau hilang usai bentrok dengan tentara itu.

Didampingi beberapa pengurus Syuriah NU yang lain, Kiai Malik menyesalkan terjadinya  aksi penembakan oleh TNI AD tersebut.

“Apa pun masalahnya, tidak selayaknya TNI melepaskan tembakan ke warga yang nota bene para petani, rakyat kecil. Tugas TNI adalah melindungi negeri, termasuk warga yang ada di dalamnya. Bukan justru mengarahkan senjata ke warga,” kata Kiai Malik.

Sementara pengurus Syuriah yang lain, KH Masdar F Mas’udi, menekankan pentingnya TNI untuk memperbaiki persepsinya tentang warga.

“TNI selayaknya tidak memosisikan warga seperti musuh negara. Warga adalah tulang punggung negara. Semestinya TNI melindungi. Lagipula, peralatan TNI merupakan hasil dari uang rakyat,” ujar Kiai Masdar.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, PBNU akan mengirim tim untuk menginvestigasi peristiwa tersebut.

“Dalam satu-dua hari ini PBNU akan mengirim tim untuk menginvestigasi kasus dan mengadvokasi warga. Sekjen (PBNU) akan mempersiapkannya,” kata Kiai Malik. [nu-online]

Berita yang masih hangat tentang penyerbuan TNI AD terhadap warga Kebumen

tentara nembak warga kebumen