Tag

, , , , , ,

dialog-peradaban-utk-toleransi-perdamaianDi tengah meningkatnya tren intoleransi di Indonesia yang dikenal sebagai negara muslim moderat terbesar dunia ini, dialog-dialog yang mengetengahkan nilai-nilai toleransi dan perdamaian mutlak diperlukan dan perlu terus digelorakan.

Kasus bom bunuh diri di Masjid Adz-Dzikra Kompleks Mapol- resta Cirebon, Jawa Barat, baru-baru ini -setelah sebelumnya bom buku-contoh paling ekstrem piciknya pandangan keagama an sipelaku dan ketidakrelaan menerima perbedaan dan upaya dialog terus menerus tanpa lelah. 

Salah satu dialog penting dan mendalam mengenai peradaban, termasuk di dalamnya ajaran-ajaran mendasar keagamaan, termuat dalam buku dua tokoh besar Indonesia dan Jepang, KH. Abdurrahman Wahid dan Daisaku Ikeda bertajuk Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian.

Buku itu diterbitkan Gramedia Pustaka Utama bekerjasama dengan Soka Gakkai Indonesia dan the Wahid Institute. Pertama kali terbit pada Desember 2010 dan kini menjadi buku best seller. Maret 2011, buku ini masuk cetakan kedua.

Buku setebal 309 halaman ini dibuka dengan dialog mengenai titik tolak dan jantung pesan setiap agama: perdamaian. Kedua tokoh dunia itu hendak mengajak setiap agama dan keyakinan untuk bekerjasama menuju satu tujuan berupa perdamaian. Dan salah satu strategi mencapai tujuan itu, menurut Gus Dur adalah melalui dialog.

“Dialog dapat menciptakan wajah manusia tidak memandang perbedaan suku, budaya, atau latar belakang sejarah serta membuka jalan meningkatkan nilai-nilai-nilai universal dan komitmen global, budaya perdamaian dan kerukunan umat manusia,” kata Gus Dur.

Di buku itu Gus Dur juga menandaskan, Islam tidak menganjurkan perang. Sebaliknya orang-orang berperang atas alasan faktor-faktor di luar agama.

“Buddhisme yang menjunjung kerhormatan jiwa pun bertujuan perdamaian, dan juga mengajarkan sepenuhnya tentang jalan kedamaian,” timpal Daisaku.

Buku ini terdiri dari tujuh bab: Perdamaian Merupakan Misi Agama, Persahabatan sebagai Jembatan Dunia, Perjuangan dan Pencarian di Masa Remaja, Tantangan Menuju Abad Hak Azasi manusia, Persahabatan Antarbudaya sebagai Sumber Kreativitas, Belajar Toleransi dari Sejarah Islam dan Buddha, Pendidikan Pilar Emas Masa Depan, dan Membuka Zaman Baru.

Diberi kata sambutan empat tokoh: Jusuf Kalla, Menteri Pendidikan Mohammad Nuh, Gumilar Rusliwa Somantri, dan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj.

Ikeda adalah Presiden Ketiga Gerakan Sokka Gakkai Internasional (SGI), organisasi umat awam penganut Budhisme Nichiren yang kini telah memiliki 12 juta anggota di 192 negara dan wilayah. Komunitas ini meyakini bahwa Budhisme adalah sebuah filsafat praktis tentang pemberdayaan diri dan perubahan internal seseorang yang memungkinkan orang tersebut mengembangkan diri dan bertanggung jawab atas hidupnya sendiri. Nichiren sendiri adalah nama seorang bhiku pada abad ke-13 .

Ikeda yang juga pendiri Institute Filsafat Timur dan telah menerima gelar Doktor Honoris Causa lebih dari 260 uiversitas di dunia ini dikenal tokoh yang gemar melakukan dialog. Lebih dari 60 buku berisi dialog dengan tokoh dunia lahir dari tangannya.

Di antaranya Dialog Menuju Abad ke-21 dengan sejarawan terkemuka abad 20 asal Inggris Arnold Joseph Toynbee. Pelajaran Moral di Abad ke-20 dengan mantan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev. Sebuah Pencarian untuk Perdamaian Global dengan fisikawan Polandia-Inggris yang juga dikenal sebagai tokoh perdamaian Joseph Rotblat. Perjalanan Kebudayaan dan Kesenian dengan profesor kebudayaan cina dan kajian Timur Jao Tsung-I.

Seperti juga Ikeda, Gus Dur merupakan tokoh agama dari organisasi keagamaan terbesar Indonesia, bahkan dunia, yaitu kaum Nahdliyin dengan 60-an juta umatnya. Pejuang demokrasi dan pluralisme ini adalah mantan Presiden RI ke-4.

Untuk mendiskusikan materi-materi penting dan kontekstual buku ini, Soka Gakkai, The Wahid Institute, Penerbit Gramedia Pustaka Utama dan LTN PBNU menggelar bedah buku Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian oleh KH. Abdurrahman Wahid dan Daisaku Ikedapada Selasa, 19 April 2011, pukul 14.30 – 17.00 WIB, bertempat di Gedung PBNU, Lantai 8, Jl. Kramat Raya 164 Jakarta.

Yang didapuk menjadi narasumber di acara yang mengundang lebih dari 200 orang ini adalah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Menteri Pendidikan Nasional RI Mohammad Nuh, Direktur the Wahid Institute yang juga puteri Gus Dur, Yenny Zannuba Wahid, dan Ketua Umum Soka Gakkai Indonesia Peter Nurhan.

Kegiatan ini diharapkan bisa terus menembuhkan semangat berdialog dan menggelorakan berbagai upaya mewujudkan toleransi dan perdamaian. Kerjasama dua organisasi besar dengan pengikutnya ini jelas memiliki nilai strategis ke depan. Tidak hanya di Indonesia tapi juga di kalangan internasional. [the-wahid-institute]

Berita yang masih hangat tentang Dialog Peradaban

buku dialog peradaban