Tag

, , , , , , , ,

NU: jangan cuma urusi agamaKalangan ulama diharapkan mengambil pe- ran dalam kehidupan bermasyarakat dan bukan sekadar menangani urusan keaga- maan semata.

“Selama ini, ulama cenderung menarik diri dalam urusan kemasyarakatan,” kata Ketua PWNU Sumatera Utara, Ashari Tambunan, ketika bertemu dengan Plt. Gubernur Gatot Pujo Nugroho, di Medan, Senin (9/5).

Sebenarnya, kata Ashari, ulama memiliki peranan sangat penting dan strategis untuk menangani urusan kemasyarakatan dan membantu dalam menyelesaikan masalah keumatan. Namun sayangnya, sebagian besar ulama tidak bersedia menjalankan peranan tersebut karena dinilai hanya berkaitan dengan urusan duniawi.

Selama ini, kalangan ulama tersebut hanya bersedia menjalankan fungsi pembinaan keagamaan dan dakwah semata. “Mereka beranggapan, seolah-olah hanya itu tugasnya,” kata Ashari.

Padahal dalam penilaian NU, kehidupan duniawi juga memiliki kaitan yang erat dengan urusan ibadah dan keagamaan. “Untuk itu, selaku pemimpin informal, ulama harus melibatkan diri,” katanya.

NU Sumut akan menyosialisasikan harapan kesediaan untuk terlibat dalam membina urusan keduniaan dan kemasyarakatan itu dalam silaturahim dengan kalangan ulama.

Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho mengatakan, harapan itu sangat menarik dan perlu direalisasikan sebagai bentuk kebangkitan ulama dalam program pembinaan umat.

“Itu keinginan kami juga sebagai bentuk ‘nahdlah’ atau kebangkitan ulama,” katanya.

Gatot mengatakan, kalangan ulama memang perlu memaksimalkan kembali peranannya karena cukup banyak masalah keumatan yang sering menimbulkan keresahan sosial. Ia mencontohkan keberadaan aliran radikal dan sesat belakangan ini yang justru menyu-dutkan dan merendahkan keberadaan agama.

Ironisnya aliran radikal dan sesat itu bukan hanya melanda kaum awam tetapi juga kalangan terdidik yang didoktrin untuk memenuhi keinginan penyebar aliran tersebut. Gatot mencontohkan pengalaman salah satu mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memiliki pengetahuan akademis yang cukup bagus tetapi mampu dipengaruhi penyebar aliran sesat itu.

“Fenomena seperti itu perlu peranan ulama,” katanya tanpa menyebutkan nama mahasiswa ITB tersebut. [republika]

Artikel yang masih hangat tentang Ulama