Tag

, , , , , , , , , , ,

Iwan Fals: Pendidikan Pesantren Lebih MenjaminMasyarakat diminta tidak perlu khawatir dengan memasukan anak-anaknya memasukan pendidikan di pesantren. Pasalnya, ada jaminan dari Allah SWT untuk memberikan kelayakan hidup. Dan yang lebih utama, para santri memiliki kemampuan mengha- dapi kehidupan secara realistik dan tidak memaksakan diri.

“Itulah mengapa saya melakukan perjalanan ke 99 pesantren,” kata Iwan Fals saat dialog budaya extrareligi lwan Fals dan Ki Ageng Ganjur di pondok pesantren Azziyadah Desa Karang- malang, Ketanggungan, Brebes, Selasa (24/5).

Ada kedamaian yang menyelinap ketika hidup di pesantren. Termasuk kemampuan memasak, mencuci pakaian sendiri, mendoakan orang lain hingga menimba ilmu tanpa merasa kecapaian. Kehidupan berkesenian juga terus menerus dilakukan para santri. Terbukti, disela-sela mengaji, para santri sering bersenandung dengan menabuh rebana.

“Syair-syair Maulid Diba dan al Barzanji menjadi sajian mengisi hari-hari santri, Saya yakin akan lahir pemusik-pemusik handal dari pesantren.” tuturnya.

Iwan memandang, ada keistimewaan yang dimiliki oleh pesantren karena gurunya mendoakan murid-muridnya. Tidak ada lembaga lain selain pesantren yang gurunya mendoakan murid-muridnya. “Berbanggalah memasukan anak-anak kita ke pesantren, jangan memasukan anak kita ke pesantren karena kepepet,” tuturnya.

Sementara Sastro Al-Ngatawi menghimbau masyarakat tidak perlu ikut-ikutan melakukan hal anarkis. Kalau semua orang sudah berani ngritik, saatnya kita berani diam. Berani menebar kedamaian.

“Bang Iwan sudah menggerakkan yang keras-keras sejak dulu, tapi sekarang dengan hal-hal yang lembut lewat pesantren,” terang Sastro.

Setelah dialog, Iwan melakukan penanaman pohon. Iwan menanam pohon sukun yang menandakan kedamaian. Sementara, para pengunjung diajak membersihkan pondok dan mengangkut sampah- sampah.

Selanjutnya, Iwan Fals bersama Ki Ageng Ganjur beserta para ulama setempat melakukan tahlil dipemakaman Kiai Jazuli. [nu-online]

Berita dan artikel yang masih hangat tentang Iwan Fals dan Pesantren