Tag

, , , , , , , , , , , , , , ,

tren fashion busana muslimah di jazirah saudi arabiaBagi para muslimah berbusana sesuai syariah me- rupakan sebuah keharusan. Apalagi kewajiban ber busana sesuai prinsip syar’i memang diisyaratkan dalam Al-Qur’an. Tapi siapa bilang berbusana mus lim tak bisa tampil fashionable?

Layaknya dunia fashion konvensional yang setiap saat mengalami perkembangan, busana muslim pun kian bergerak dinamis. Sehingga disainnya tak lagi monoton.

Para wanita berbusana muslim tak hanya diberi pilihan rok atau blus panjang, tapi juga bentuk baju lainnya yang memenuhi prinsip syar’i. Seperti bolero, harem pants, rompi dan lain-lain. Begitu pula dalam pemilihan bahan, tetap mengedepankan nilai-nilai Islam, tidak tipis, transparan dan ketat.

“Modelnya banyak. Tidak melulu pada gamis. Ada bolero dan harem pants juga,” ujar Fitri, penanggung jawab butik Siti Hajar, di Grand Sudirman Pekanbaru, kemarin.

Bila Paris dijadikan sebagai kiblat mode dunia bagi fashion konvensional, fashion muslim justru menjadikan negara-negara Timur Tengah sebagai kiblat fashion. Seperti Moroko dan sejumlah negara di Jazirah Arab. Namun, tetap disesuaikan dengan kondisi daerah-daerah di Indonesia dan nilai-nilai budaya lokal. “Khusus di butik Siti Hajar, kami berkiblat ke negara-negara Jazirah Arab seperti Moroko,” jelasnya.

Disain fashion muslim saat ini terus mengalami perkembangan. Baik dalam hal penggunaan bahan, model hingga permainan warna. Tak lagi melulu pada warna-warna gelap yang bertujuan untuk menutupi lekukan tubuh. Apalagi perempuan identik dengan keindahan.

Begitu pula dalam hal disain. Para disainer fashion muslim semakin berani untuk berkreasi. Sehingga rancangan yang sebelumnya dianggap monoton, bisa tampil lebih stylish, fashion- able dan elegan. “Disainnya bervariasi. Kalau fashion konvensional ada bolero, rompi, syal dan harem pants, dalam fashion muslim juga ada,” tambah Fitri.

Berbagai variasi model bisa menjadi pilihan bagi para muslimah untuk selalu tampil fashion able dalam berbagai kesempatan. Baik dalam penampilan keseharian maupun tampil da- lam acara pesta yang mengusung nilai gelamor.

miss maroko - casual, trendy n fashionableSebagai contoh, muslimah yang suka tampil funky bisa memilih harem pants dan bolero. Begitu pula yang gemar tampil stylish namun tetap tampil sesuai syar’i, bisa memilih kupluk syal untuk menutupi leher saat udara dingin. Atau perempuan berpostur tubuh mungil, bisa memilih baju yang menggunakan ban pinggang untuk membuat kesan lebih tinggi.

Nah, bagi yang tidak suka tampil ribet atau para wanita yang punya mobilitas tinggi dengan seabreg aktivitas, hingga tak punya waktu untuk berlama-lama dandan, para vendor fashion menawarkan disain yang lebih praktis dan simple. Yang penting pakaian itu memberi rasa nyaman, aman dan syar’iyah.

Dengan memilih bahan-bahan perpaduan antara katun yang dingin dan mampu menyerap keringat dengan lycra yang elastis dan licin, disebut dengan bulgari. Cocok dengan iklim kita yang panas. Bahan lycra tidak mudah kusut, sehingga tak terlalu sering disetrika. Untuk corak dan motif pun bervariasi, dan kebanyakan bercorak bunga-bungaan.

Tak hanya itu, ada juga fashion berbahan chiffon. Dengan disain glamor.  Cocok dikenakan untuk acara pesta. Begitu pula jilbab beraneka model. Seperti jilbab panjang ala Maroko. Didisain tak hanya berfungsi sebagai jilbab panjang, tapi juga baju. Begitu pula dengan pashmina yang saat ini tengah jadi tren. [tribunnews]

2 maroko girls in black