Tag

, , , , , , , ,

muhammad kaligrafi“Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.” (QS At-Taghaabun, 64:17)

Kisah Sedekah Ali bin Abi Thalib Ra.

Ali bin Abi Thalib Ra. tidak seperti biasanya, hari itu pulang lebih sore menjelang Asar. Dengan sukacita Fatimah Ra., putri kesayangan Muhammad Rasulullah Saw. menyabut kedatangan suaminya yang sehari suntuk mencari rezeki. Siapa tahu Ali membawa uang lebih banyak, karena kebutuhan di rumah makin besar.

Setelah sejenak melepas lelah, Ali berkata kepada Fatimah. “Maaf sayangku, kali ini aku tidak membawa uang sepeserpun.”

Fatimah menyahut sambil tersenyum, “Memang yang mengatur rezeki tidak duduk di pasar, bukan? Yang memiliki kuasa itu adalah Allah Ta’ala.”

“Terima kasih,” jawab Ali. Matanya memberat lantaran istrinya begitu tawakal. Padahal persediaan dapur sudah ludes sama sekali. Toh Fatimah tidak menunjukan sikap kecewa atau sedih. Ali lalu berangkat ke masjid untuk menjalankan salat berjama’ah.

Sepulang dari sembahyang, di jalan ia dihentikan oleh seorang tua. “Maaf anak muda, betulkah engkau Ali anaknya Abu Thalib?”

Áli menjawab heran. “Ya betul. Ada apa, Tuan?”

Orang tua itu merogoh kantungnya seraya menjawab, “Dahulu ayahmu pernah kusuruh menyamak kulit. Aku belum sempat membayar ongkosnya, ayahmu sudah meninggal. Jadi, terimalah uang ini, sebab engkaulah ahli warisnya.”

Dengan gembira Ali mengambil haknya dari orang itu sebanyak 30 dinar. Tentu saja Fatimah sangat gembira memperoleh rezeki yang tidak di sangka-sangka, ketika Ali menceritakan kejadian itu kepadanya. Dan kemudian ia menyuruh Ali belanjakan uang itu semuanya, agar tidak pusing-pusing lagi merisaukan keperluan sehari- hari. Ali pun bergegas berangkat ke pasar.

Sebelum masuk ke dalam pasar, Ali melihat seorang fakir menadahkan tangan, “Siapakah yang mau menghutangkan hartanya untuk Allah, bersedekahlah kepada saya, seorang musafir yang kehabisan bekal di perjalanan.”

Tanpa berfikir panjang lagi, Ali segera memberikan seluruh uangnya kepada orang itu. Pada waktu ia pulang, Fatimah sangatlah heran melihat suaminya tidak membawa apa-apa. Lalu Ali menerangkan peristiwa yang baru saja dialaminya.

Mendengar itu Fatimah sama sekali tidaklah marah. Dan dengan lapang hati ia memaafkan kelakuan suaminya yang lebih mengutamakan sedekah daripada membeli kebutuhan keluarga. Malah dengan tersenyum dia berkata,

“Keputusan kanda adalah yang juga akan saya lakukan seandainya saya yang mengalaminya. Lebih baik kita menghutangkan harta kepada Allah daripada bersifat bakhil yang dimurkai-Nya, dan menutup pintu surga buat kita.”

Penyebab Masuk Surga

“Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Baqarah, 2:82)

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan menolong dengan barang yang berguna.” (QS Al-Maa’uun, 107:4-7)

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali ‘Imran, 3:133-134)

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkah- kan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan kelipatan yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS Al-Baqarah, 2:245)

Artikel dan kisah yang masih hangat tentang Sedekah