Tag

, , ,

patung sapi sembahan bangsa Yahudi zaman nabi Musa As.“Dan kaum Musa, setelah kepergiannya ke gunung Thur membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjuk kan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan) dan mereka adalah orang-orang yang dzalim.” (QS Al-A’raaf, 7:148)

“Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka telah sesat, merekapun berkata: “Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi.” (QS Al-A’raaf, 7:149)

Nabi Musa pernah menghadap Tuhannya Azza Wajalla untuk memohon agar berkenan menerima tobat kaumnya dari penyembahan anak sapi. Lalu Allah SWT berfirman, “Wahai Musa, tidak ada tobat bagi mereka kecuali mereka membunuh diri mereka sendiri.

Nabi Musa pun segera kembali kepada kaumnya dan berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya Allah enggan menerima tobat kalian hingga kamu membunuh dirimu sendiri. Karena, memang begitulah cara kalian bertobat. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu. Yakni Pencipta kamu.

Mereka berkata, “Hai Musa! Kami siap untuk bersabar menerima perintah Allah Azza Wajalla. Karena, kaummu telah menyesali atas semua perbuatan mereka.”

Nabi Musa as lalu mengangkat janji dari mereka untuk bersabar menghadapi kematian. Mereka pun menyatakan setuju. Keesokan harinya mereka pun siap berkumpul di halaman rumahnya. Setiap keluarga berada dalam kelompok masing-masing. Kemudian Musa memerintahkan orang-orang yang tidak pernah menyembah anak sapi dari Bani Israil untuk membawa pedang dan menebas siapa saja yang ia jumpai.

Mereka pun berjalan di tempat-tempat berkumpul seraya berkata, “Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada orang yang tidak bangkit dari duduknya, tidak mengangkat pandangannya, dan tidak mengadakan perlawanan dengan tangan ataupun kakinya, sehingga Allah menuntaskan hukuman-Nya.”

Mereka pun membunuh siapa saja yang mereka temui, hingga ada orang laki-laki dari Bani Israil yang mendatangi kaumnya yang sedang duduk di halaman rumah- rumah mereka lalu berkata, “Sesungguhnya mereka adalah saudara-saudara kamu juga yang datang kepada kamu yang masing-masing membawa pedang terhunus. Maka takutlah kamu kepada Allah dan bersabarlah, karena sesungguhnya laknat Allah dan malaikat-malaikat-Nya akan ditimpakan atas siapa saja yang berdiri atau membela diri dengan tangan atau kakinya.” Mereka pun menjawab, “Amin.”

Ketika mereka diperintahkan agar sebagian mereka membunuh sebagian yang lain, kaum itu berkata, “Ya Rasulullah, bagaimana kami tega membunuh para orang tua kami, anak-anak dan saudara-saudara kami?” Lalu Allah menurunkan gerhana matahari, sehingga kegelapan menyelimuti bumi, dan mereka tidak bisa melihat orang-orang di sekelilingnya. Maka pada saat itulah mereka melakukan perintah pembunuhan massal itu.

Kemudian mereka bertanya, “Hai Musa, apakah tanda-tanda tobat kami?”
Musa berkata, “Pedang-pedang dan senjata-senjata kalian akan terhenti, tidak mau membunuh, dan diangkat kembali kegelapan dari kamu.”

Mereka terus melakukan pembantaian kaum Yahudi yang sebelumnya telah menyembah anak sapi, hingga banjir darah mencapai jubah, dan menggenangi mereka. Terdengarlah jeritan anak-anak memanggil Nabi Musa, “Ya Musa! Ampun! Ampun!”

Mendengar itu Musa pun lalu menangis, mengadu kepada Allah Azza Wajalla, maka Allah SWT menurunkan rahmat-Nya, lalu terhentilah senjata-senjata mereka. Nabi Musa pun segera berseru, “Cukup, tinggalkanlah saudara-saudaramu, karena sesungguhnya rahmat Allah telah turun!”

Seketika gerhana matahari selesai, lenyaplah kegelapan dari mereka, dan tampaklah mayat-mayat bergelimpangan di sana-sini. Ibnu Abbas berkata, “Mereka yang terbunuh adalah para syuhada, sedang yang masih hidup telah mendapat ampunan Allah SWT.”

Kisah Bangsa Yahudi Penyembah Anak Sapi dalam Al-Qur’an

“Sesungguhnya Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat), kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudah (kepergian)nya, dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang dzalim.” (QS Al-Baqarah, 2:92)

“Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak lembu (sebagai sembahannya), kelak akan menimpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat-buat kebohongan.” (QS Al-A’raaf, 7:152)

“Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahan) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang dzalim.” (QS Al-Baqarah, 2:51)

“Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Baqarah, 2:54)

“Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-A’raaf, 7:153)

“Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur.” (QS Al-Baqarah, 2:52)