Tag

, , , , , , , ,

kisah tukang finah yang mau bertaubatAda seorang tukang fitnah yang jatuh cinta kepada tetangganya, seorang gadis yang cantik jelita. Pada suatu hari keluarga gadis itu mengutusnya ke kampung lain untuk suatu keperluan. Mengetahui hal itu si tukang fitnah pun mengikutinya, lalu dia pun mulai melontarkan bujuk rayunya kepada gadis pujaannya itu.

Namun gadis itu berkata, “Janganlah kau lakukan ini! Sebenarnya cintaku kepadamu melebihi cintamu kepadaku. Akan tetapi aku takut kepada Allah Swt.”

Dengan sedih lelaki itu menjawab, “Kamu takut kepada Allah, sementara aku tidak takut kepada-Nya?”

Akhirnya lelaki itu pun pulang dengan perasaan penuh taubat kepada Allah Swt. Dalam perjalanannya di tangah padang pasir yang terik, ia didera rasa haus yang mencekik tenggorokannya. Dalam kondisi yang kritis itu tiba-tiba dia bertemu dengan seorang utusan nabi, dan dia bertanya, “Mengapa kau ini?”

“Haus,” jawabnya singkat. Dengan sabar utusan itu berkata, “Ke sinilah, mari kita berdoa kepada Allah, agar awan menaungi kita hingga sampai tujuan.”

Si tukang fitnah itu berkata, “Aku tidak mempunyai amal kebajikan.”

Utusan nabi itu pun berkata, “Biarlah aku yang berdoa, dan engkau tinggal mengaminkan. Begitu saja kok repot.”

Lalu utusan itu berdoa dan si tukang fitnah itu mengaminkannya. Tidak lama kemudian datang awan menaungi mereka, hingga mereka tiba di kampung tujuan. Setelah sampai, si tukang fitnah memasuki rumahnya, sedangkan awan itu mengikutinya.

Sebelum utusan itu pulang dia berkata, “Engkau telah mengaku tidak mempunyai amal kebajikan, padahal ketika aku berdoa dan engkau mengaminkannya, serta merta awan itu menaungi kita. Kemudian aku mengikutimu, agar engkau memberitahuku apa sebenarnya yang telah terjadi denganmu.”

Lalu si tukang fitnah itu menceritakan kisahnya kepada utusan itu. Maka berkatalah utusan nabi itu, “Orang yang bertaubat kepada Allah, mendapat kedudukan yang tidak seorang pun menyamai kedudukannya.” [Dari 1001 kisah Muslim]

Fitnah itu Lebih kejam daripada Pembunuhan

“… Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” [QS Al-Baqarah, 2:217]

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [QS Al-Hujuraat, 49:12]

Taubat Yang Diterima Allah
“Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS Al-A’raaf, 7:153]

“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [QS An-Nisaa’, 4,17]

“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: ‘Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.’ Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” [QS An-Nisaa’, 4,18]

Amal Sesudah Taubat
Orang yang bertaubat hendaknya mengakui kesalahannya, beriman, mengerjakan kebaikan, dan tidak lagi berbuat dosa.

“Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” [QS Al-Furqaan, 25:71]

“Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?” [QS At-Taubah, 9:104]

“Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” [QS At-Taubah, 9:66]

Doa Taubat
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [QS At-Tahrim, 66:8]

Kalimat yang terakhir itulah do’a taubat. Bahasa aslinya:

do'a taubat