Tag

, , , , , ,

enik jelita jangan terlalu bangga yaJangan bangga kulitmu putih atau kuning langsat,
Karena kulit terakhir kita adalah tanah liat.
Jangan bangga rumahmu besar, mewah dan megah,
Karena rumah terakhir kita hanyalah liang lahat.
Jangan bangga bajumu sutra yang modis dan gaya,
Karena baju terakhir kita hanyalah kain kafan.
Jangan bangga mobilmu limousin berlapis platina,
Karena kendaraan terakhir kita hanyalah keranda.

Apalagi yang bisa kita banggakan
nyatanya kita bukan apa-apa,
yang bernilai hanyalah amal ibadah
yang dilandasi iman dan taqwa …

Demikianlah SMS teman yang barusan kuterima. Kalimat yang manis, padat, penuh makna, namun menyentak kesadaran. Bahwa apa pun yang kita punya, termasuk nyawa, hanyalah titipan sementara. Sesungguhnya jiwa ini milik-Nya, dan pada saatnya akan kembali pula kepada-Nya.

Lantas aku jadi pingin lihat ayat-ayat kematian. Ternyata di Qur’an banyak juga ayat yang membahas tentang mati. Kondisinya pun beraneka macam cara. Inilah beberapa di antaranya.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS Al-’Ankabuut, 29:57)

“… Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Luqman, 31:34)

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.” (QS Ali ‘Imran, 3:145)

Nah, kalau ditanya, terus terang kita semua pasti belum mau mati. Belum siap. Tapi apa ya ada yang sudah siap untuk mati, ‘kan kebanyakan masih ingin menikmati hidup ini. Apalagi yang baru saja mendapat limpahan rejeki.

“Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu dibanding dengan kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan yang sedikit.” (QS Ar Ra’d, 13:26)

Lalu, apakah kita akan dimintai persetujuan terlebih dahulu, tentu saja tidak. Karena siap atau tidak, punya bekal atau tidak, kalau sudah saatnya, ya tak bisa kita mengelak. Langsung saja Inna Lillahi

“Tidak ada suatu umatpun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak pula dapat mengundurkannya.” (QS Al-Hijr, 15:5)

 “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (QS Al-Baqarah, 2:197)

Lalu bekal apa yang paling baik untuk kita bawa, tidak lain adalah amal ibadah yang dilandasi oleh  iman dan takwa.

“Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Baqarah, 2:82)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS Ali ‘Imran, 3:102)

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Al-Hujuraat, 49:13) – (kajian rutin)