Tag

, , ,

wasiat terakhir syi'ir imam ghozaliPada suatu saat Imam Ghozali terbangun dini hari. Seperti biasa dia lalu shalat malam. Kemudian dia bertanya kepada adiknya, “Hari apakah sekarang ini?” Adiknya pun menjawab, “Hari senin.” Imam Ghozali lalu memintanya untuk mengambilkan sajadah putih. Begitu menerima lalu menciumnya, dan menggelarnya. Kemudian dia berbaring di atasnya sambil berkata lirih, “Ya Allah, hamba mematuhi perintahMu.” Tak lama kemudian dia pun menghembuskan nafas terakhirnya. Di bawah bantalnya ditemukan bait-bait syiir yang ditulis Imam Ghozali. Itulah syiir terakhirnya. Inilah video Sharaab al-Hub yang nasyidnya disuarakan oleh Hamud AlKhudr. Kalau tak ngerti bahasanya, ya nikmati saja suaranya, sambil membaca terjemahnya di bawah ini.

Terjemah Imam Ghozali’s Last

Katakan kepada para sahabatku, ketika mereka melihatku, mati
Menangis untukku dan berduka bagiku
Janganlah mengira bahwa jasad yang kau lihat ini adalah aku

Dengan nama Allah, kukatakan padamu, ini bukanlah aku,
Aku adalah jiwa, sedangkan ini hanyalah seonggok daging

Ini hanyalah rumah dan pakaianku sementara waktu.
Aku adalah harta karun, jimat yang tersembunyi,
Dibentuk oleh debu, yang menjadi singgasanaku,

Aku adalah mutiara, yang telah meninggalkan rumahnya,
Aku adalah burung, dan badan ini hanyalah sangkarku

Dan kini aku lanjut terbang dan badan ini kutinggal sebagai kenangan
Puji Tuhan, yang telah membebaskan aku.

Dan menyiapkan aku tempat di surga tertinggi,
Hingga hari ini , aku sebelumnya mati, meski pun hidup di antara mu.
Kini aku hidup dalam kebenaran, dan pakaian kuburku telah ditanggalkan.

Kini aku berbicara dengan para malaikat di atas,
Tanpa hijab, aku bertemu muka dengan Tuhanku.
Aku melihat Lauh Mahfuz, dan di dalamnya kumembaca
Apa yang telah, sedang dan akan terjadi.

Biarlah rumahku runtuh, baringkan sangkarku di tanah,
Buanglah sang jimat, itu hanyalah sebuah kenang-kenangan, tidak lebih.

Sampingkan jubahku, itu hanyalah baju luarku,
Letakkan semua itu dalam kubur, biarkanlah terlupakan
Aku telah melanjutkan perjalananku dan kalian semua tertinggal.

Rumah kalian bukanlah tempatku lagi.
Janganlah berpikir bahwa mati adalah kematian, tidak, itu adalah kehidupan,

Kehidupan yang melampaui semua mimpi kita disini,
Di kehidupan ini, kita diberikan tidur,
Kematian adalah tidur, tidur yang diperpanjang.

Janganlah takut ketika mati itu mendekat,
Itu hanyalah keberangkatan menuju rumah yang terberkati ini
Ingatlah akan ampunan dan cinta Tuhanmu,

Bersyukurlah pada KaruniaNya, dan datanglah tanpa takut.
Aku yang sekarang ini, kau pun dapat menjadi
Karena aku tahu kau dan aku adalah sama
Jiwa-jiwa yang datang dari Tuhannya

Badan-badan yang berasal sama
Baik atau pun jahat, semua adalah milik kita
Aku sampaikan pada kalian sekarang pesan yang menggembirakan
Semoga kedamaian dan kegembiraan Allah menjadi milikmu selamanya.

[sumber: http://www.ghazali.org]